Forum 27an

Kota Terrakota Dalam Tata Ruang Majalengka

Jika memang harus berubah, kami di Jatiwangi menyatakan diri untuk berubah menjadi Kota Terrakota. Tentu pernyataan ini masih banyak menyisakan pertanyaan, terutama soal kesiapan. Kemudian, bagaimana ketika Kota Terrakota dihubungkan dengan perencanaan Jatiwangi sebagai wilayah Industri dalam skema tata ruang Kabupaten Majalengka bahkan Provinsi Jawa Barat. Saat ini, rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Majalengka belum ditetapkan, apalagi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Jatiwangi. Artinya, kita masih punya kesempatan untuk mengkomunikasikan gagasan Kota Terrakota ini ke dalam dokumen resmi perencanaan wilayah Jatiwangi (RDTR).

Selama dua minggu kemarin kami mengundang berbagai pihak untuk menyoal gagasan Kota Terrakota yang kami bayangkan, mengejarnya dengan berbagai macam pertanyaan dan pendapat. Di antaranya ada KKK, kelompok kurator muda dari beberapa Kota di Jawa. Elise Luong dan Fransesco; seniman/kurator dan Urban Planner dari Hanoi, Vietnam.

Dalam Forum 27an ke 5 di tahunnya yang ke 10 ini kami mengundang rekan-rekan untuk menambah lagi daftar pertanyaan dan pendapat terkait spekulasi kami akan Kota Terrakota. Elise Luong dan Fransesco akan membuat pancingan awal dengan bercerita tentang Desa-desa di sekitar Hanoi, Vietnam, tempat mereka tinggal dan bekerja, yang mengalami industrialisasi dan mengubah lanskap wilayahnya.

>> EN :

Terracotta City in Majalengka Spatial Planning

If it really has to change, we are in Jatiwangi declare ourselves to be transformed into a Terracotta City. Of course this statement still leaves so many questions, especially about the readiness. Then, what about when the Terracotta City was connected to the Jatiwangi plan as an Industrial area in the spatial scheme of Majalengka Regency even in West Java Province. At the moment, the Majalengka Spatial Plan (RTRW) has not yet been established, likewise for Jatiwangi Spatial Plan (RDTR). So that, we still have the opportunity to communicate the idea of ​​Terracotta City into the official planning documents of the Jatiwangi region (RDTR).

In last two weeks we invited various parties to questioning the idea of ​​the Terracotta City that we imagined, pursuing it with various questions and opinions. Among them are KKK, a group of young curators from several cities in Java. Elise Luong and Fransesco; artists / curators and Urban Planner from Hanoi, Vietnam.

In this 5th edition of monthly discussion Forum 27an for its 10th year, we invited all the colleagues to add more list of questions and opinions related to our speculation about the Terracotta City. Elise Luong and Fransesco will trigger this talk by telling about the villages around Hanoi, Vietnam, where they live and work, which already being industrialized and changed the landscape of their territory.