Bandung, 25 April 2019
Tim ICCB
Sore itu tim ICCB tiba di Gedung Pakuan, Cicendo, Bandung. Sebuah gedung putih yang megah dan luas, rumah dinas gubenur yang sering menerima tamu-tamu. Agenda hari itu adalah untuk presentasi dan diskusi tentang Kota Terrakota dengan orang nomor satu di Jawa Barat. Ridwan Kamil.
Dalam kunjungannya ke Jatiwangi beberapa bulan silam, Gubernur yang aslinya adalah seorang arsitek ternama ini mengungkapkan salah satu planning nya untuk Majalengka, yaitu mencoba diversifikasi produk genteng Jatiwangi menjadi terrakota, yang dipercayanya akan mempunyai demand (permintaan) lebih baik di masa sekarang. Menurut RK, ide tersebut akan menjadi solusi dari permasalahan genteng Jatiwangi yang sedang melemah karena persaingan produk, yang sedang dihadapi oleh pengusaha genteng dalam 10 tahun belakangan ini.
Dalam pertemuan, RK mengungkapkan optimismenya untuk membimbing Majalengka dalam lima tahun ke depan, dan menyatakan keterlibatannya sebagai seniman, setelah dukungannya dalam level kebijakan.

EN >>
That afternoon the ICCB team arrived at Pakuan Building, Cicendo, Bandung. A magnificent and spacious white building, official residence of the governor who often receives guests. The agenda of the day was the presentations and discussions about Terracotta City with the number one person in West Java. Mr. Governor Ridwan Kamil (RK).
During his visit to Jatiwangi a few months ago, Mr. Governor (formerly is well-known architect) revealed one of his plans for Majalengka, namely trying to diversify Jatiwangi ceramic rooftile into terracotta products, which he believed currently would have better demand. According to RK, the idea would be the solution for the weakening problems of Jatiwangi rooftile due to product competition, which is being faced by tile entrepreneurs in the past 10 years.
In the meeting, RK expressed his optimism to guide Majalengka in the next five years, and stated his involvement as an artist, after his support at the policy level.

