Seminar Panel: “Merencanakan Kota Terrakota”

Kawasan terakota di Kabupaten Majalengka tersebar di pabrik genteng dan bata di enam Kecamatan; Jatiwangi, Jatitujuh, Kasokandel, Dawuan, Ligung dan Kertajati. Kawasan lokus terakota tersebut diberi nama Kloter Jajakadali. Jika sebelumnya Majalengka mengenal kawasan Kawitwangi di selatan dengan fokus pariwisatanya; maka untuk menghadapi perubahan yang terjadi sangat cepat di wilayah utara Majalengka maka Pemkab dan Pemprop akan mendorong wilayah Kloter Jajakadali yang diharapkan dapat melibatkan potensi dan produk lokal dalam perkembangan pembangunan.

Dalam pembuka materi seminar, RK menyatakan fokus kerjanya sebagai gubernur, yaitu “desa menjadi pusat kebudayaan”. Menurut RK, harusnya kombinasi kekuasaan, kebudayaan, dan keilmuan di desa bisa mewujudkan desa impian warganya.

Ridwan Kamil memberikan seminar “Merencanakan Kota Terrakota”
Menggambar sketsa bangunan untuk paviliun kota terrakota di sela-sela seminar untuk Majalengka
Seminar dimoderatori oleh Arief Yudi Rachman, pendiri Jatiwangi Art Factory
Seminar diikuti berbagai elemen masyarakat, pengusaha, pemerintah daerah, pelajar dan umum

tanya jawab dalam seminar


Seminar ini akan berlangsung tiga hari dengan mengundang beberapa pemangku kebijakan sebagai keynote speaker, diantaranya; Gubernur Jawa Barat, Bupati Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, Kepala Bapelitbangda, Kepala BPLH, Kepala Dinas BMCK, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pangan, BMKG Kabupaten Majalengka, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka serta para pelaku industri genteng Jatiwangi. Dengan tema sebagai berikut; “Merencanakan Kawasan Terakota”, “Kebudayaan Terakota Dalam Tata Ruang”, “Kajian Wilayah dan SDM Kabupaten Majalengka”, serta “Peta Pasar Untuk Pengembangan Tanah Liat”.

Leave a comment